Kita seringkali mendengar frasa ‘ala minimalis’ di media sosial. Biasanya minimalis menampilkan berbagai hal yang indah dipandang mata dan kadang terkesan mewah dan estetik. Kata ‘minimalis’ pun kebanyakan diaplikasikan ke ranah arsitektur apabila suatu rumah mempunyai nuansa interior maupun eksterior yang sederhana.
![]() |
| Sumber: unsplash.com |
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), minimalis adalah penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik. Namun, Arsitek Andra Matin menyatakan bahwa gaya minimalis itu berkaitan dengan hal yang lebih umum lagi, yaitu gaya hidup. Andra menegaskan bahwa semakin sedikit barang yang digunakan atau dimiliki, bisa dikatakan hidupnya semakin minimalis.
Berdasarkan dua sumber tersebut, minimalis merujuk ke sebuah gaya yang mengurangi elemen-elemen yang dirasa tidak esensial dan mementingkan elemen yang dapat berfungsi sekedar untuk memenuhi kebutuhan. Minimalis juga menilai kualitas adalah yang lebih utama dari kuantitas. Jadi jika suatu ruangan atau rumah memiliki banyak barang dekorasi ataupun barang yang jarang dipakai, artinya rumah tersebut masih belum bisa dikatakan minimalis.
Telah disebutkan diatas bahwa gaya minimalis berkaitan dengan gaya hidup. Selain dalam bentuk benda, minimalis juga ada yang berupa tindakan. Contohnya manajemen finansial dimana pengeluaran dapat dianggarkan untuk sesuatu yang dinilai lebih penting atau lebih berarti. Tindakan minimalis juga dapat berupa kemampuan untuk manajemen waktu.
Lalu, bagaimana memulai gaya hidup minimalis?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulai hidup minimalis yang bisa kamu praktikkan perlahan-lahan.
1. Pisahkan barang yang tidak terpakai dengan yang biasa digunakan
Kembali kepada konsep minimalis yaitu kualitas
lebih utama dari kuantitas. Barang barang yang tidak terpakai dapat kamu pisahkan
di boks berlabel tertentu. Aktivitas ini sering dikenal dengan istilah decluttering. Kamu bisa mendonasikan
barang kepada yang lebih membutuhkan. Atau menjualnya ke toko barang bekas
sehingga pemasukanmu bertambah!
2. Berpikir ulang dalam membeli barang
Jangan mau disetir oleh keinginan dan nafsu. Tergoda dengan diskon atau barang keluaran baru belum tentu kamu membutuhkan barang tersebut. Kalau ingin membeli tas baru, coba kamu ingat lagi, tas mana yang ada dirumah yang sampai hari ini masih bisa kamu pakai?
3. Perhatikan prioritas dalam memanajemen waktu
Seperti yang telah disebutkan, minimalis tidak hanya menyangkut materi. Usaha dalam memanajemen waktu juga merupakan salah satu bentuknya. Skala prioritas dalam manajemen waktu terbagi menjadi empat diantaranya: mendesak dan penting, penting, mendesak dan tidak penting, serta tidak mendesak dan tidak penting. Renungkan lagi hal-hal yang ingin kamu lakukan. Apakah kegiatan tersebut akan menambah nilai bagi kehidupan kita atau hanya membuang waktu saja? Lakukan hal yang mendesak dan penting terlebih dahulu.
4. Belajar menikmati sesuatu tanpa terobsesi berlebihan
Ketika seseorang mulai terobsesi akan sesuatu, maka ia akan berusaha mendapatkannya. Lama kelamaan, hal tersebut akan menjadi candu di keseharian seseorang. Kita pasti pernah mendengar kata-kata bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sama dengan obsesi yang menandakan kita berlebihan menyukai sesuatu. Biarkanlah semua yang menjadi obsesi itu berjalan apa adanya dan alihkan perhatianmu pada tujuan yang jauh lebih penting.
5. Sadari bahwa bahagia itu tidak hanya datang dari materi
Ketika kita masih kecil, tentu kita lebih banyak bermain dan bereksplorasi apalagi bersama teman-teman. Dari memori yang kita ingat, apakah kita pernah menyimpulkan bahwa kita tidak harus memiliki banyak uang agar bisa bahagia? Atau mungkin menyimpulkan tidak perlu rumah mewah agar bisa bahagia?. Jika kamu berniat mengembalikan sebagian memori itu, cobalah untuk mengulangnya lagi. Kamu bisa mencobanya dengan bermain permainan sederhana dengan teman, memasak bersama teman, atau memainkan alat musik dan mencoba menulis lagu. Bahagia akan datang ketika kita melihat kembali apa yang telah kita miliki.
Apa keuntungan gaya hidup minimalis?
1. Pikiran lebih tenang
2. Bertambahnya waktu luang
3. Lebih fokus mencapai tujuan hidup
4. Pengeluaran lebih sedikit
5. Lebih bahagia

Gaya hidup minimalis akan mengajarkan kita bagaimana caranya agar ikhlas dan bersyukur dalam hidup, mensyukuri apa yang kita punya. Setelah membaca manfaat-manfaat tadi, apa kamu tertarik untuk mencobanya?
Sumber:
KBBI
finno.id
bali.tribunnews.com






Komentar
Posting Komentar
form